Pengalaman Mengganti Token Mandiri Yang Rusak

Waktu menunjukan pukul 12.00 waktu jawa tengah, aku harus menemui customer service bank mandiri yang ada di kotaku. Ada hal penting yang harus aku sampaikan, jika tidak maka kehidupanku tidak normal, karna tidak bisa bertransaksi via internet banking.  Mandiri token yang aku dapatkan sekitar 5 tahun yang lalu, sudah tidak bisa digunakan lagi, setiap tombol merah (tombol power) dipencet selalu tampil tulisan “lock diSABLE4”, saat itu aku pikir salah pencet pin jadi dilock, sehingga harus ke bank mandiri untuk minta diunlock.

Singkat cerita, aku dapat antrian nomor 02 dalam hatiku berkata alhamdulillah sehingga tidak perlu lama ngantri, eh setelah masuk ruangan ternyata yang dipanggil sudah nomor 82, berarti nomor antrian sampai 100 terus balik lagi ke nomor 1, 2 dst, jadi aku harus nunggu sekitar 2 jam menyingkirkan 20 orang didepanku :)

Giliranku dipanggil, terjadilah percakapan antara aku dan CS yang berpenampilan cukup menawan…

CS : selamat siang, dengan bapak siapa, ada yang bisa kami bantu?

Aku : siang mbak, saya ….. anu mbak mau memperbaiki token ini tidak bisa dipakai, saya minta diunlock

CS : coba saya lihat, hemmm kayaknya ini baterai habis nich, sebenarnya tinggal ditukar aja tanpa biaya, tapi maaf stok token kami lagi habis, mungkin nunggu sekitar satu atau dua minggu lagi.

Aku : oh… jadi harus diganti yang baru ya, ga bisa diunlock atau diperbaiki?

CS : maaf, tidak bisa, bapak bisa ke mandiri cabang lain yang masih tersedia tokennya.

Setelah itu aku pamit dan pergi ke mandiri cabang lain yang jaraknya sekitar 15 menit menggunakan motor. Tidak menunggu lama setelah dapat kartu antrian langsung dipanggil oleh CS yang tidak kalah sopan dan menawannya :)

Di meja itu aku sedikit terlibat “pengeyelan” karna menurut dia aku harus membayar biaya administrasi sebesar 100.000. Rupanya menurut penjelasan dia, token yang rusak karna pemakaian menjadi tanggung jawab nasabah untuk membayar biaya adminstrasi. Entah kenapa waktu itu aku tidak menjelaskan bahwa token ini bukan rusak tapi baterainya habis jadi tidak termasuk dalam ketentuan token rusak yang mana nasabah wajib membayar biaya administrasi sebesar 100.000.

Tidak mau begitu saja kehilangan uang seratus ribu, aku berkata mengatakan kepadanya bahwa aku perlu konfirmasi lagi ke bank yang pertama, dan CS menyebutkan namanya dan siap untuk dikonfrontir. Saat itu hari sudah cukup sore dan aku juga cukup lelah maka rencana ke bank lagi aku undur keesokan harinya.

Hari berikutnya menjelang aku pergi ke bank, aku teringat bahwa token ini tidak rusak tapi baterai habis berdasarkan penjelasan CS di bank pertama, maka aku tidak perlu ke bank pertama untuk konfirmasi, tapi pergi ke bank cabang lain yang berbeda lagi dan mengatakan bahwa token ini baterai habis, bukan rusak.

Ternyata rencana ini berhasil dengan mulus, sesampainya aku di bank cabang lain lagi – perlu waktu muter-muter dari pagi sampai siang cari cabang lain – langsung saja aku bilang ke CS mau ganti token karna token ini baterainya habis sudah dipakai sejak tahun 2009. Tanpa pertanyaan dan penjelasan yang berbelit, aku disodori lembar komplain untuk diisi dan ditanda-tangani, setelah menunggu sekitar 15 – 20 menit maka akupun mendapatkan token mandiri yang baru lagi, Alhamdulillah….

token

Kesimpulan : kalau token tidak bisa dipakai muncul kode lock diSABLE4, maka itu berarti tanda bahwa baterai sudah habis, jangan dibongkar dan jangan diganti baterainya sendiri, tapi tukarlah di bank, gratis!!!. Jangan mau bayar 100.000, dan jangan mau bila CS bilang token rusak karna faktor pemakaian, mending pergi ke cabang lain, dan katakan bahwa token tidak rusak tapi baterai habis. Kode lock diSABLE4 adalah kode baterai habis untuk semua token dengan merk vasco baik untuk bca, mandiri, bni dan bank lainnya.


Leave a Reply