Pengalaman Bidik Domain dalam Status Redemption Period

Aku mau sharing pengalaman yang cukup mengecewakan. Dua minggu yang lalu awal dari pencarianku mendapatkan domain yang aku impikan, sayang sudah diambil orang, iseng aku cek whois ternyata domain itu dalam status Redemption Period.  Artinya, pemilik web kemungkinan besar tidak akan memperpanjang lagi karna status ini sudah melewati status Expired/Pending Renew selama 40 hari. Dibawah ini saya tulis kronologi domain dari masa Active – sudah didaftarkan, sampai Available – tersedia kembali untuk umum.

Active
Setelah domain diregistrasi, domain akan masuk ke masa aktif dan bisa online. Ketika mencapai batas waktu masa sewa saat domain didaftarkan (misal 1th,2th,dst), maka domain masuk ke status Registrar Hold.

Registar-Hold/Expired, Pending Renew
Masa ini menunggu pemilik domain untuk memperpanjangnya dengan harga normal. Lama masa ini 40 hari.

Redemption Period
Setelah 40 hari berlalu tapi pemilik domain tidak memperbarui, maka domain tidak bisa diperpanjang dengan harga normal, jika ingin memperpanjangnya harus mengeluarkan kocek lebih besar 10 kali lipat. Lama masa ini adalah 30 hari.

Pending Delete
Setelah welewati peridode di atas, maka tinggal menunggu proses penghapusan. Pada masa ini jangan harap bisa memperpanjangnya lagi. Lama masa ini cuma 5 hari.

Available
Setelah itu domain tersedia untuk umum.

Kembali ke masalah tadi, saya lihat berdasarkan tanggal expirednya domain akan masuk masa pending delete beberapa hari lagi. Mulai sejak itu hampir setiap hari saya cek, bahkan saya membuat alarm pengingat agar jangan sampai terlewat.

Lima hari sudah berlalu dari saat pending delete,  tapi masih belum available. Khawatir sudah terlambat saya cek whois, eh masih tetap pending delete. Masuk hari berikutnya, bangun tidur langsung online, saya buka namecheap.com saya cek domain tersebut alhamdulillah sudah AVAILABLE. Tidak mau membuang moment ini, langsung saya lanjutkan ke proses registrasi, oh my God saldo paypal habis lupa belum beli dari kemaren. Langsung saya pesan ke teman, satu jam lebih baru nyampai. Dan mimpi buruk itupun terjadi…begitu saya cek lagi waduuuuh sudah diambil orang!!!

Nah, berhubungan dengan pengalaman di atas, saya bisa ambil khikmahnya. Lain kali lebih baik gunakan jasa backorder. Backorder maksudnya domain sudah diregistrasi oleh orang lain, tapi kita bisa memilikinya setelah domain tersebut tidak diperpanjang lagi. Kalau ada beberapa orang yang melakukan backorder maka domain akan masuk auction / lelang, yang bisa menawar paling tinggi dialah yang menang. Misal hanya anda yang ambil backorder maka domain akan langsung menjadi milik anda, itu penjelasan tentang backorder yang saya dapatkan di situs yang melayani backorder.

Kalau ga mau ambil backorder, saldo paypal harus siap dan kita harus ronda terus jangan sampai kedahuluan orang lain.

Akhirnya saya menyesal tujuh keliling :), hilang sudah harapan bisa memiliki domain impian….kalau belum jodoh apa mau dikata…mungkin lain waktu…


5 responses to “Pengalaman Bidik Domain dalam Status Redemption Period”

  1. ads says:

    belajar dari pengalaman mas hutomo ternyata rajin cek saja masih kurang cepat, trus solusinya gimana ni, ane jg punya inceran domain, yang sebentar lagi masuk ke pending renew, ane sudah bolak balik cek juga, hampir setengah taun ane mau ngambilnya, bisa-bisa sakit hati nanti kalu diperpanjang orang lain, hahaha

    • Tom says:

      hahaha, asal jgn sampai gantung diri ya..

      kalau menurut saya si ini tergantung seberapa kuat keinginan untuk memiliki domain tersebut, semakin kuat maka semakin berani berkorban untuk mendapatkannya.

      ini tingkatan usaha yg mungkin cocok untuk dilakukan, dari yg agak ingin sampai cinta mati:

      – cek sendiri terus menerus, kalau beruntung pas ngecek pas domainya direlease, domain bisa jadi milik anda. kalau keduluan orang lain kan ga begitu kecewa karna tidak cinta mati dan cuma modal tengokin doang!

      – beli backorder misal di godaddy, harga 20$ , tapi belum tentu jadi milik anda, karna bisa dilelang dan dilepas bidding yg paling tinggi. terus godaddy juga bisa saja rebutan (dulu duluan) sama registrar lain, maka kemungkinan ini 50 – 50 lah

      – pakai jasa domain snap, misalnya snapnames.com , kabarnya ini yg paling cepat dalam mengambil domain yg baru saja direlease. tapi biaya cukup mahal

      yg terakhir, makasih kunjungannya…

  2. ads says:

    hahaha . . . nggak gantung diri gara2 domain mas, tapi nyesel seumur umur,
    makasih balasannya mas, dan sampai hari ini domain masih di masa pending deleted walaupun di whois domaintools nya domain sudah di tawarkan alias for sale jika harga cocok, niat saya juga mau ngambil dengan daftar di snapnames, tp terbentur sama sistem pembayarannya, belum punya mastercardnya bca, sedang kalau cek di goodady sistem backordernya tidak tersedia untuk domain tersebut, jadi bisanya di snapnames, waduh kacau ni mas . . .

  3. epo eleses says:

    hahaha sadis juga..kehilangan barang berharga..moga2 dapet yg lebih baik kk

  4. hendrik says:

    ane ada inceran domain, semoga artikel ini membantu… tq om

Leave a Reply