Kenapa Perubahan DNS Server Tidak Ada Pengaruhnya?

Saya menulis posting ini karna ingin berbagi barangkali ada orang lain yang sedang bingung atau bahkan frustasi gara-gara data DNS record yang telah ditambahkan belum ada pengaruhnya atau bahkan belum tampil di hasil cek DNS lookup. Intinya masalah dimana data record tidak berubah walaupun sudah diupdate.

Pengalaman ini bermula ketika saya menyadari bahwa semua web yang dibuat di situs toko online gratis pasarmanis.com tidak bisa dibuka, baik yang menggunakan subdomain ataupun yang sudah menggunakan custom domain. Di sisi lain, situs utama pasarmanis.com tetap mengudara. Serta email yang gagal terkirim ke akun domain tersebut.

Panik? Tentu saja, karna ini menyangkut hajat hidup orang banyak :) , sebelum ada komplen yang masuk ke inbox, saya buru-buru cek & ricek sebenarnya apa yang terjadi. Saya sempat curiga mungkin ada orang yang menghack, tapi jejak yang ditinggal hampir tidak ada. Saya cuma menemukan 2 data DNS record yang hilang, yaitu MX record yang berfungsi untuk server email dan A record yang berfungsi untuk sub domain dan mapping domain.

Tanpa berfikir siapa dan sebab apa yang menghilangkan record tersebut, saya langsung mengembalikan seperti semula dengan menambahkan record baru untuk MX dan A record seperti sedia kala.

Dengan langkah ini saya fikir masalah akan segera teratasi tanpa meninggalkan masalah baru (seperti motto pegadaian :) ) ternyata tidak. Walapun saya telah menunggu lebih dari satu hari untuk masa propagasi tapi tetap saja belum ada solusinya. Coba cek dengan online tools seperti DNS lookup, MX lookup , ternyata data masih kosong, artinya data record yang telah saya tambahkan mubadzir alias tidak ada pengaruhnya sama sekali. Artinya sever tidak mengubah apapun yang saya lakukan.

Saya telah mencoba beberapa solusi yang disarankan oleh blogger atau master dari luar negeri. Ternyata record pada DNS disimpan di suatu tempat yang disebut DNS caching, tujuanya untuk kecepatan pemanggilan data. Nah, caching atau penyimpanan data DNS ini dilakukan oleh 3 makhluk yaitu :

  1. Pada komputer atau perangkat/browser klien yang melakukan query atau memanggil/mengakses sebuah website.
  2. Pada ISP atau penyedia layanan internet yang menghubungkan klien ke server.
  3. Disimpan di server itu sendiri.

Dengan adanya DNS caching ini, maka perubahan yang kita lakukan pada DNS tidak secara langsung menghasilkan perubahan, karna data record yang diproses adalah record lama yang ada di cache tersebut. Hasil dari perubahan akan terjadi setelah mengambil record DNS yang baru.

Pada tingkat klien, umumnya cache akan hilang setelah komputer (yang pernah memanggil DNS tersebut) direstart atau dengan melakukan flush DNS secara manual dan clear browser cache.

Pada tingkat ISP kita hanya bisa menunggu, umumnya 2 jam – 24 jam.

Sedangkan cache pada server bisa kita lakukan jika kita memiliki akses ke root, misalnya menggunakan VPS, bukan shared hosting. Jika kita menggunakan shared hosting, yang bisa kita lakukan adalah hanya menunggu, setelah melebihi 24 jam atau bahkan 48 jam belum ada perubahan, kemungkinan besar cache pada server perlu dihapus. Silahkan submit tiket bantuan ke penyedia hosting dan sampekan keluhan anda, biasanya mereka langsung menghapus cache DNSnya.


One response to “Kenapa Perubahan DNS Server Tidak Ada Pengaruhnya?”

  1. Kathleen says:

    You post very interesting posts here. Your blog deserves much bigger audience.
    It can go viral if you give it initial boost, i
    know useful tool that can help you, simply
    type in google: svetsern traffic tips

Leave a Reply